Kamis, 02 Juli 2009

Jembatan Pasar Darit Jangan Asal Bangun




*Masalah Sosial harus Diselesaikan Dulu

NGABANG. Jembatan lama Darit tahun ini akan dibangun dengan menelan Rp.2,6 miliar lebih dari dana pasca bencana alam APBD Labdak. Sebelum dibangun diharapkan harus diselesaikan terlebih dahulu masalah sosial. Jangan seperti pembangunan jembatan Tebedak yang hingga saat ini belum rampung masalah sosialanya.

“Jembatan Darit didanai Rp.2,6 miliar lebih, masalah sosial harus diselesaikan terlebih dahulu baru dibangun. Karena selama ini banyak pembangunan di Landak sudah banyak terjadi, proses pembangunan kadang terjadi masalah, bagung gedung sekolah warta tiba-tiba menyegel, dan contoh yang hingga saat ini masih belum rampung penyesaian jembatan Tebedak,” tegas Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui, SIp kepada Equator, kemarin.

Sedangkan di jembatan Tebedak juga sudah ditangani tim sembilan dari beberapa instansi terkait, tapi kabar dana pembebasan lahan dari yang katanya dianggarkan pemerintah provinsi juga belum jelas jumlahnya. “Nah, ini salah satu kasus yang terjadi dalam proses pembangunan, lalu untuk rencana pembangunan jembatan Darit ini juga nantinya jangan sampai seperti di jembatan Tebadak atau lainnya,” tegas Apui.

Kemudia, jika dilihat saat ini sudah memasuki bulan ke tujuh tahun anggaran 2009, pastinya harus segera dibangun. Tapi kalau masalah sosial belum rampung bisa timbul masalah. “Coba-lah malasah-masalah lama yang selama ini sering terjadi saat pembangunan di Landak dijadikan evaluasi jangan asal membangun,” ungkap Apui legislator Partai Golkar ini.

Apalagi, lanjut Ketua Tim JK-Wiranto Landak ini, jembatan tersebut dengan dana Rp. Miliar lebih, apakah beruba kerangka baja atau tidak pastinya tidak tahu. Yang jelas proses pembangunan pasti meninggikan atau pengurukan. Nah disekitar jembatan itu sudah jelas banyak rumah penduduk yang akan terkena dampak.

“Nah ini harus diselesaikan, apakah sudah dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat di sekitar, apakah masalah pembebasan lahan atau lainnya,” ujar Apui.

Selain itu, jika jembatan tersebut di tinggikan, badan jalan dari arah kiri dan kanan tentu bisa saja ikut ditinggikan. Apalagi pasar Darit sering menjadi langganan banjir, maka harus ditinggikan juga. “Jalan di tinggikan juga dan diaspal,” ujar nya.

Menyikapi masalah ini, seharusnya pihak konsultan perencana pengawas harus betul-betul bekerja, jangan hanya diam saja. Kalau dia konsultan perencanaan pasti sudah mempunyai gambaran tentang lingkungan di sekitar jembatan itu berapa rumah yang terkana dampak. “Jadi konsultan bisa mengekspos dengan instansi terkait sehingga bisa diambil kebijakan,” kata Apui.

Untuk itu, Apui kembali mengharapkan, kepada pihak pelaksana, instansi terkait sebvelum melakukan pembangunan jembatan Darit ini terlebih dahulu diselesaikan masalah sosial. Jangan tiba-tiba membangun menuai masalah sari masyarakat setempat.

“Jadikan evaluasi masalah-masalah yang terjadi, contoh kecil saja pembangunan jembatan Tebedak, sudah rampung lama, baru melakukan penyelesaian sosial,” tandas Apui. (rie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar